Dibanding kemarin, hari ini hujan turun kepagian. Gadis itu mendengus sebal. Sebab tanpa persiapan, ia akan basah kuyup oleh hujan. Baiklah, jika sudah begini, hujan harusnya dinikmati. Maka ia menari-nari di bawah hujan, melepaskan segala keresahan, menampung semua tetes kenangan dalam tubuhnya yang rentan. Tetapi hujan di pagi hari tidak menyenangkan jika dinikmati sendiri. Sebab kehangatan yang ditimbulkan secangkir minuman tidak akan sebanding dengan kehangatan seorang teman. Hari ini hujan turun kepagian. Bersama luruhnya keresahan, ia harus menikmati hujan dengan elegi yang terpaksa menjelma senyuman. n.a. September, 2017.
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂