Maaf jika gentar masih sukar pergi. Sebab aku hidup kembali dalam lingkaran filantropi, ketika kehilangan membunuhku belum lama ini, dengan sekali tebas tanpa permisi. Aku akan benar-benar mati jika ia membunuhku lagi. Karenanya seringkali gentar menyergap, ketika aku terlelap. Barangkali sesuatu yang gemerlap, mendadak membuatmu lenyap. Maaf jika gentar masih sukar pergi. Kukira kamu amat mengerti. Bahwa tidak mudah mengukuhkan hati, hingga sampai sejauh ini. n.a. Desember, 2017.
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂