Kamu berbeda. Meski kamu mengelak, bagiku kamu tetap berbeda. Hari ini kita bertemu. Walau disengaja, aku tetap merasa malu. Terlebih saat kamu duduk di depanku, lantas memesan kopi kesukaanmu. Kamu berbeda. Biasanya kamu memakai kaos pendek biasa, namun kali ini rapi dengan kemeja. Beberapa kali mata kita bertemu. Dengan cepat kualihkan pandanganku agar kamu tidak tahu bahwa aku masih tersipu. Rasanya baru kemarin malam, kita saling melambaikan tangan. Merasa tidak sanggup melanjutkan dan tertatih mencari pegangan. Rasanya baru kemarin malam, aku merasa begitu kehilangan. Lalu menyimpan rapi seluruh kenangan bersama air mata yang tidak tertahan. Kamu berbeda. Waktu yang berlalu mengubah segala. Meski begitu, saat kamu menanya kabar. Dadaku masih berdebar. Kemudian kamu berkata bahwa aku masih sama, menulis seperti biasa. Tentu saja, aku masih sama. Sebab aku masih dengan penaku, sementara kamu kini dengan wanita itu, yang duduk di sebelahmu, dan tersenyum s...
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂