Barangkali aku hanya senja yang fatamorgana, terlihat namun nyatanya tidak ada. Barangkali aku hanya siarah yang tak kenal lelah, berkutat agar di matamu tampak indah. Barangkali aku hanya mentari yang terang, sementara kamu merindukan bintang sepanjang siang. Barangkali aku hanya senoktah debu yang semu, yang bagimu mengusik dan mengganggu. Barangkali bersua denganku adalah sia-sia, maka aku akan menarik hatiku dengan rengsa. Barangkali prasangkaku keliru, aku minta maaf padamu. Tetapi barangkali prasangkaku benar, aku tidak akan terkejut, bukan? n.a. 2018
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂