Puisiku adalah rumah bagi kata-kata yang kehilangan arah. Tempat singgah bagi rasa yang tumpah ruah. Serta ungkapan resah bagi jiwa yang gelisah. Puisiku adalah sajak-sajak tidak berirama. Puih dan tak berdaya terhadap sesamanya. Sebab lebih banyak elegi daripada sukacita. Puisiku adalah sekumpulan rahasia yang ambigu. Tumpang tindih namun tidak menyatu. Meski begitu aku sangat tahu ke mana ia menuju. Sebab puisiku adalah aku. n.a. Agustus, 2017.
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂