Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Hujan di Ujung Rindu

Jika hujan tiba di ujung senja, tetesnya akan berpadu dengan semburat jingga, membasahi jendela-jendela kaca; mempesona. Bahkan beberapa sengaja basah kuyup karenanya. Sedangkan hujan di ujung malam, hanya suaranya yang akan terdengar dengan aroma tanah yang memabukkan, meski kebanyakan meringkuk kedinginan. Tetapi kali ini hujan turun di ujung rindu, mengalir dari pelupuk mataku, menghadirkan setitik sendu, yang sisanya menjadi pelangi kelabu, sebab sesuatu yang hilang dalam kalbu. n.a. Juli, 2017.

Fatamorgana

di tengah cahaya temaram, di atas dinginnya lantai pualam, dan air muka yang berubah suram, dia bilang sekujur hatinya lebam. tubuhnya bergetar dalam tangis, separuh hatinya menjadi skeptis. meski bibirnya selalu tersenyum manis, dia bilang hatinya teriris. bersama teman terbaiknya; kesunyian, selain malam dengan sinar rembulan. aku sangat yakin apa yang dia ucapkan, dia bilang akan bertahan. Tuhan, aku ingin memeluknya, berbisik padanya agar jangan meneteskan air mata. tetapi dia hanyalah fatamorgana, yang tidak bisa ku jadikan nyata. n.a. Juli, 2017.