di tengah cahaya temaram,
di atas dinginnya lantai pualam,
dan air muka yang berubah suram,
dia bilang sekujur hatinya lebam.
tubuhnya bergetar dalam tangis,
separuh hatinya menjadi skeptis.
meski bibirnya selalu tersenyum manis,
dia bilang hatinya teriris.
bersama teman terbaiknya; kesunyian,
selain malam dengan sinar rembulan.
aku sangat yakin apa yang dia ucapkan,
dia bilang akan bertahan.
Tuhan, aku ingin memeluknya,
berbisik padanya agar jangan meneteskan air mata.
tetapi dia hanyalah fatamorgana,
yang tidak bisa ku jadikan nyata.
n.a.
Juli, 2017.
Kau tenggelam dalam ilusi
BalasHapusFatamorgana kau percayai
Terlebih dirimu hanya sendiri