Langit malam beranjak padam. Meski begitu gelisah ini tidak dapat kuredam. Hanya malam ini bulan purnama tampak malu-malu. Pun tidak ada bintang yang sedang menunggu. Yang tersisa hanyalah aku. Bagian dari setitik sendu di ujung rindu. Apa yang kuharapkan dari ucapan selamat tinggal? Kehilangan hanya menyisai kenangan yang kelak juga tanggal. Suka cita hanya sementara sebab ia tidak lagi berdaya. Sejauh yang terasa, duka selalu berbuah luka. Kini merindu bukan lagi hal yang tabu. Sebab aku dan kamu tidak lagi bisa bertemu. Pun persuaan terakhir kita telah tertinggal bertahun-tahun lalu. Aku ingin terus menulis agar kenangan itu tidak layu. Meski gelisah dan tatapan sayu seringkali menyatu. Aku ingin terus merindu agar bisa terus mengingatmu. n.a. November, 2017. Tiga tahun sudah berlalu .
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂