Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sebuah Awal

Saat itu, kamu lagi-lagi bercerita. Tentang dia yang tidak kunjung membalas rasa. Tentang dia yang kamu khawatirkan pergi tanpa aba-aba. Tentang dia yang selalu meninggalkan jejak di kepala. Lalu esok dan seterusnya kamu kembali bercerita. Tentang orang yang sama. Keluh yang tiada beda. Dan harapan yang masih ada. Kupikir berbagi cerita denganku adalah kesalahan awal paling fatal dalam kisah ini. Sebab aku lebih banyak menyemangati tanpa memberi solusi. Dan aku tidak tahu jika pada akhirnya kamu akan jatuh hati lagi. Suatu ketika, kamu tiba-tiba bertanya. Apakah aku punya cerita serupa? Sebab katamu, aku terlalu banyak mendengar tanpa bertukar cerita. Tentu, walau sedikit aku punya. Tetapi kisahku terlalu memalukan untuk diceritakan. Aku malu menjadi orang yang selalu ditinggalkan. Itulah mengapa aku mengubur kisahku dalam-dalam. Menyimpannya sebagai puisi yang ambigu agar orang-orang tidak paham. Termasuk kamu, yang tidak akan pernah kuceritakan tentang kisahku yang...