Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Padahal

Aku mengangguk, tidak apa. Padahal iya. Yang kurasa kini hanya luka. Aku tersenyum samar. Padahal benar. Sekujur hatiku terlanjur memar. Aku tertawa lepas. Padahal asaku jatuh terhempas. Tidak bersisa, tinggal ampas. Aku berlagak angkuh. Padahal air mataku pun jatuh. Ketika menyadari kamu begitu jauh. Dan tak lagi bisa kusentuh. Padahal dulu ingin kuceritakan semua. Tetapi kini biar aksaraku yang berbicara. Sebab bibirku tak lagi kuat berkata perihal kita. n.a.

Menanti Hujan Reda

Aku duduk di depan secangkir kopi panas. Berteman rintik hujan yang menderas. Sembari memasang lagu di telinga. Menanti hujan reda. Sejenak terlintas kamu di memoriku. Mungkin karena laguku yang sendu. Seharusnya kubuang saja ingatan itu. Aku benci pernah sebahagia itu di dekatmu. Akhirnya kamu dan kenangan itu singgah lebih lama. Terlebih saat tidak sengaja terputar lagu kita. Jadi kubiarkan mereka mendekam dalam kepala. Menemaniku hingga hujan reda. Aku tidak apa-apa, sudah kubilang. Ini hanya sampai hujan menghilang. Selepas itu, semuanya akan kembali dalam penyimpanan. Tertumpuk dalam sehingga menyentuhnya pun enggan. Tetapi hujan tidak kunjung berhenti. Aku sudah bosan menanti. Sementara kenangan terus saja membanjiri. Dan tidak ada cara bagiku untuk menghindari. Maaf, Tuhan. Tetapi hujan memang sialan bagi kami para anti-kenangan. Aku tercenung lama, sedikit bernostalgia. Hingga akhirnya hujan reda. Yang tersisa hanyalah hujan baru, di pelupuk mataku, k...

Perkenalkan

perkenalkan, aku adalah kenangan yang ditinggalkan. gadis itu terseok-seok membawaku sendirian. dia tahu bahwa aku sama sekali tidak ringan. tapi untuk pria di seberang, dia paksa berjalan. perkenalkan, aku adalah kenangan yang kini dihindari si pria. tapi gadis itu menyayangiku sampai sebegitunya. dia takut bila aku benar-benar ditinggalkan olehnya. dia juga takut bila tidak ada yang tersisa tentangku baginya. jadi dia memelukku erat. meski hatinya tidak lagi kuat. karena dia tahu, cinta yang hebat akan diminta bertahan hingga sekarat. n.a. 2017

Kisahmu dan Rasaku

Ia bilang padaku bahwa cerita ini dimulai ketika kamu memberi ruang padanya untuk tumbuh seiring berjalannya hari. Ia juga ingat bahwa kamu memintanya kuat melalui ini. Kemudian ia mengangguk, menyanggupi. Dan ia tinggal di dekatmu dengan senyum paling berseri. Sebelum tiba-tiba kamu menyuruhnya pergi. Lalu dengan mudah kamu tertawa lagi. Sementara ia masih terlantung di jalan setapak ini. Menanti, kapan dapat bertamu lagi. Tetapi kamu bilang padanya, "Sudah, tidak ada yang bisa dinanti. Aku ingin sendiri." Jadi perlahan ia merangkak pergi. Tertatih melewati sunyi. Berkali-kali goyah sebab kenangan denganmu tak jarang menghampiri. Tapi ia tidak mungkin kembali. Sebab sudah terlalu jauh melangkahkan kaki. Dan ruang yang pernah kamu beri, musnah begitu saja kini. Ia tahu bahwa dirinya telah dibodohi. Tidak ada yang benar-benar ingin sendiri. Sebenarnya aku sudah tahu. Jauh sebelum ia mengakui ceritanya padaku. Aku tahu. Bagaimana kamu membuatnya seperti itu....