Hari ini tepat setahun lalu. Aku justru berharap kamu lupa. Mungkin kita yang terlalu terburu waktu. Sehingga keputusan itu datang begitu saja. Lewat angin yang mendesir. Dan gulungan ombak yang bersyair. Aku dan kamu telah menjadi takdir. Yang kemudian ditetapkan untuk sekadar mampir. Aku teramat bahagia sampai benar-benar lupa. Bahwa fana ini akan rusak dengan segera. Aku terjerembap dalam rasa yang lewat dari semestinya. Tidak bisa menghindar untuk jatuh dan terluka. Hari ini tepat setahun lalu. Kamu mulai menggenggam tanganku untuk hari-hari baru. Tetapi hari ini aku harus tahu. Genggamanmu sungguh bukan lagi untukku. Dan kamu harus tahu. Kelak, sajakku juga bukan lagi untukmu . n.a. 27 Mei 2017.
— 𝒃𝒆𝒓𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂