Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Malam Ini

Malam ini untuk pertama kalinya, dia merasa ingin semalaman terjaga. Malam ini juga baginya, dia ingin menangis keras tanpa alasan yang jelas. Malam ini dia tidur lebih larut dari biasa. Memikirkan banyak hal yang seketika luber di kepala. Prasangka-prasangka buruk tumpah seperti air bah, tak terbendung sudah. Tapi apa yang sebenarnya menyakitkan? Dan bagian mana yang menjadi sumber kesakitan? Yang menjadi masalah hanya satu, dia tidak tahu. Dia menarik napas dalam-dalam. Lantas terisak dalam diam. Merasakan sekujur hatinya lebam. 22.50 19 April 2016 p.s. dia bukan aku.

Lima Belas

Lengah mata bisa membutakan hati Lengah pikiran tak jarang melumpuhkan nurani Ingkar kepada Tuhan sendiri Segala sesuatu-Nya pun dia dustai Ah, dia memaki lagi, katanya hidup di dunia tak perlu seserius ini Walau enyah dunianya membuat sedih tak terperi Kembali ke pelukan Tuhan pun dia tak sudi Merasa paling tinggi di antara semua makhluk seantero bumi Bila sudah habis masa, barulah dia sesali Apa nantinya aku juga menjadi manusia seperti ini? Terhitung hari ini, lima belas tahun sudah kehadiranku di bumi Bernapas dan menikmati segala sesuatu yang tiada habis disyukuri Bisikku, "Ya Tuhan, jauhkan aku dari sifat tinggi hati, agar sekuat dan setinggi apapun aku nanti, senantiasa ingat bahwa aku akan jatuh kembali ke perut ibu pertiwi." 13 April 2016

Syair Pendusta

Syair ini ditujukan kepada orang yang selalu dilihatnya dari seberang sana. Yang sama sekali tidak pernah menengokkan kepala. Ada kalanya ketika dia ingin melakukan hal yang sama, mungkin ini saatnya. "Raib sajalah rasa," pelan sekali dia mengucap mantra. Seberapa berhasilkah mantra itu? Aku dan dia sendiri ingin tahu. Namun kami harus menunggu waktu Guna memastikan raibkah rasa itu; atau semakin memburu. Pernahkah kalian bertemu seorang pendusta? Entah itu perkataan atau tindakan sama sekali tidak imbang dengan niatan. Entah itu pikiran atau perasaan sama sekali tidak pernah diutarakan. Di dalamnya termasuk juga orang-orang yang selalu berlawanan dengan yang hati nuraninya bilang. Nama gadis yang mengucap mantra itu adalah Azura. Dia mengatakan padaku bahwa mungkin mantra itu akan berguna. Meski sering tidak sejalan, kali ini untuk beberapa alasan, aku meyakinkannya, bahwa dia akan segera lupa. Meski orang-orang di sekitar meremehkannya. Mereka bilang dia ha...

Basi

Aku ucapkan selamat datang Kepadamu dari perjalanan panjang di hati orang Rupanya kau masih punya kekuatan Untuk membuat hati dan pikiranku tidak seimbang Pun logika yang seketika gersang Tapi seperti yang kata hatiku bilang Memang sudah seharusnya kau menghilang Pun tidak ada niatan bagiku untuk mengundang Jadi tidak perlu susah payah datang Buat apa kembali hanya untuk basa-basi? Buat apa peduli jika ada maksud tersembunyi? Sudah, tak perlu kau dekati aku Karena kau bukan lagi tipeku Juga tak akan aku bersandar ke bahu nyamanmu lagi Karena kutahu kini Di situ tersembunyi banyak duri Yang terlalu rawan untuk menyakiti hati n.a. 2016 [Teruntuk temanku yang sedang berjuang keras agar bisa berdamai dengan kenangan.]