Aku kehabisan napas.
Kemudian jatuh terhempas.
Terengah dan tak tahu arah.
Dekil, lemah, dan lelah.
Tapi tidak sekalipun bagiku untuk menyerah.
Aku kehilangan tujuan.
Berjalan kesana-kemari dalam ruang kosong penuh kebimbangan.
Selagi berpikir di mana harus berhenti ketika aku sedang memutar dalam lingkaran.
Terjebak dalam fatamorgana tak berkesudahan.
Tapi kuyakin akan ada keajaiban.
Sampai kram kakiku karena terlalu banyak berlari.
Pun sesuatu di dalam tubuhku terasa sakit tak terperi.
Tapi biar kusimpan sendiri.
Biarkan aku memeluk erat segala masalah yang kumiliki.
Apa-apa yang melemahkanku biar kupendam dalam hati.
Dan tetap menggandengnya sebagai pelajaran saat aku bangkit kembali.
n.a.
Mei, 2016
Komentar
Posting Komentar