Aku menulis ini sambil membayangkan jika di dalam hari-hariku tidak ada lagi kamu.
Mungkin akan ada gelembung kekosongan di dalam hatiku yang sulit dipecahkan oleh waktu.
Tetapi kapan pun kamu boleh berhenti.
Jika bersamaku hanya menyakiti dirimu sendiri.
Aku mengerti bahwa orang yang kamu sayangi bukanlah tempat sampah untuk membuang segala keluh kesah.
Tetapi emosi semata membutakan segala.
Seharusnya aku tidak berkata sedemikian rupa agar kamu tidak terluka.
Kapan pun kamu boleh menyerah.
Jika hari-hari bersamaku tidak lagi indah.
Dan, kapan pun kamu boleh berhenti.
Jika denganku membuat langkah kakimu untuk menggapai mimpi melambat atau terhenti.
Aku tahu rasa ragu kembali memasuki rongga hatimu.
Membuatku bertanya-tanya, apa yang harus aku lakukan untuk kembali meyakinkanmu?
Jawabannya adalah tidak ada, jika bukan murni kemauanmu.
Jadi, kapan pun kamu boleh berhenti.
Kata orang, mengikhlaskan adalah level tertinggi mencintai.
n.a.
Mei, 2020.
Komentar
Posting Komentar