Pagi ini aku mengirim e-mail kepada seseorang.
Kuno. Begitu kata teman-temanku.
Yah, aku sedikit menyesal tetapi juga lega karena tebakanku ternyata benar. Kuberi tahu satu hal. Kejujuran tidak selalu menyenangkan.
Ratu Vienny <viny.ratu@yahoo.com>
Jangan mengusikku lagi.
Boi <adore92@yahoo.com>
Aku sungguh minta maaf. Hanya saja aku merasa tidak enak.
Ratu Vienny <viny.ratu@yahoo.com>
Jangan meminta maaf. Lagipula kau tidak sepenuhnya salah.
Boi <adore92@yahoo.com>
Maafkan aku. Tapi aku tidak bermaksud begitu.
Ratu Vienny <viny.ratu@yahoo.com>
Ah ternyata aku salah membaca kodemu. Atau kau yang terlalu sering membual?
Boi <adore92@yahoo.com>
Kata siapa?
Hm, sepertinya kau salah sangka.
Ratu Vienny <viny.ratu@yahoo.com>
Apa kau menyukaiku?
Boi <adore92@yahoo.com>
Tentu saja.
Ah, kerja paruh waktu sangat menyita waktuku, akhir-akhir ini jadi sibuk sekali. Oh iya, pagi.
Ratu Vienny <viny.ratu@yahoo.com>
Pagi. Kau sesibuk yang kukira.
Membacanya dari atas ternyata lebih mengasikkan. Bukankah juga lebih baik begitu?
Ha-ha. Betapa mirisnya aku sehingga harus menipu diri sendiri.
Ah, apa kalian benar-benar tahu caranya membaca e-mail?
Kalian harus membacanya dari bawah.
Komentar
Posting Komentar