Dia terlalu takut mendengar hal yang sejujurnya ingin dia dengar darimu.
Pun dia tidak ingin membuka lembaran yang telah lalu.
Jadi dia hanya tenggelam dalam pikiran yang sia-sia.
Kamu tidak pernah bercerita tentang hal itu kepadanya. Dia justru mendengarnya dari orang asing.
Tetapi kalimat ini menamparnya, memangnya dia siapa?
Berkali-kali gadis itu merenungkan kalimat tersebut.
Benar, dia bukan siapa-siapa bagimu.
Tetapi kamu telah memberinya harapan yang membuatnya berhak tahu segala tentang kamu.
Lalu kamu kembali membuatnya bertanya, memangnya dia siapa?
Tidak ada yang bisa menjelaskannya dengan baik selain kamu.
Mungkin kamu masih menginginkan selain dia.
Mungkin juga dia tidak bisa membuatmu berpaling.
Atau mungkin keberadaannya hanya sebagai teman saat kamu butuh saja.
Prasangka-prasangka itu telanjur membunuhnya.
Membunuh segala kepercayaan yang ia tanam dengan susah payah.
Dia tidak ingin lagi. Sungguh tidak ingin jika itu bukan kamu.
Tetapi ia membuka hati sekali lagi.
Membangun tembok yang telah runtuh berulang kali.
Prasangka-prasangka itu tidak cukup membuat hatinya puas. Justru membuatnya mati kehausan.
Tetapi sekali lagi, dia terlalu takut mendengar hal yang sejujurnya ingin dia dengar darimu.
Dia sungguh percaya.
Hingga berjalan sebegitu jauhnya.
Dia tidak ingin melepasmu begitu saja.
Dia hanya ingin menjauhkan diri dari prasangka.
Maafkan dia karena berbohong semuanya baik-baik saja.
Dia hanya ingin kamu bahagia.
Dengan pilihanmu.
Dengan jalan pikiranmu.
Tetapi jika terus begitu,
gadis yang menggenggam tanganmu lebih dulu itu telah bersiap jika memang harus melepasmu.
Jiwanya kini rapuh.
Hatinya tak lagi kuat bersauh.
Bahkan kerikil dapat membuatnya terjatuh.
Bagi kamu, tentu saja tidak sulit melepas sesuatu yang tidak pernah kamu genggam.
Tidak seperti meruntuhkan sesuatu yang telah kamu bangun dengan mati-matian.
Gadis itu berbohong bahwa ingin segera menjemput mimpi.
Padahal dia sama sekali tidak bisa memejamkan mata malam ini.
Sebab tiap kali terpejam, ujung matanya mendadak basah hingga membuatnya tersedu.
Dia terlalu takut mendengar hal yang sejujurnya ingin dia dengar darimu.
- dari cerita temanku, berbulan-bulan lalu.
Juli, 2018.
Nyet, ada part yang true story ku banget :v
BalasHapusMiripp
BalasHapus