Mengenalmu seperti daun yang disinggahi embun
Daun tidak bisa bertemu embun yang sama sekalipun dia sangat menginginkannya
Dirimu adalah embun itu
Dan aku daunnya
Daun yang terlalu mencintai mentari
Tak peduli dengan embun yang hidupnya tak sampai sehari
Tapi setelah itu merindukannya setengah mati
Daun itu paham pada akhirnya
Meskipun ribuan embun yang singgah pada tubuhnya
Ia tak bisa bertemu embun yang sama sekalipun dia sangat menginginkannya
Menciptakan elegi tak berkesudahan
selayaknya hari ini
Kira-kira seperti hal penting yang pergi
ke planet yang tak kauketahui
yang berjarak ribuan cahaya dari bumi
seolah tak pernah kembali
menjadikan hidup semenakutkan mati
29 November 2015
Dari adikmu, yang tak tahu diri.
P.s.: Seharusnya hari ini, tepat setahun yang lalu, entah bagaimana caranya, aku bertemu denganmu untuk terakhir kali.
Nangiss sumpah nett π’π’π’ nyesekkk :""
BalasHapusHaduhh wakk segitunyaaπ
Hapus