Izinkan aku berpindah ke orbitmu
agar lintasan kita sama.
Izinkan aku menyapamu,
saat kita bertemu dalam garis yang sama.
Tetapi, bolehkah?
Maksudnya, apakah kau akan meresponsku?
Seperti saat aku menyapamu, akankah kau membalasku?
Atau hanya tersenyum sambil tak berhenti berotasi pada porosmu itu?
Kita mengelilingi pusat yang sama.
Hanya lintasan kita yang berbeda.
Lalu jika aku ingin berpindah ke orbitmu,
apa kau mengizinkannya?
Mungkinkah kita berbagi lintasan bersama?
Ah, tapi tidak jadi.
Kau sepertinya tidak sudi.
Lagipula setelah dipikir-pikir lagi,
ada baiknya jika aku tetap disini.
Menunggu banyak waktu untuk segaris denganmu lagi.
Daripada aku pindah ke lintasanmu,
yang mungkin sebelum aku sampai ke situ,
diriku akan musnah terlebih dahulu,
karena penguasa semesta yang tidak memberi restu.
Apa kau bisa membayangkan betapa mengerikannya untukku,
hanya agar bisa seorbit denganmu?
n.a.
Komentar
Posting Komentar