Aku memperhatikannya
Sorot mata yang tak biasa
Ribuan pilu dari sepasang bola mata
Tetapi semoga hanya prasangka
Jika pilu hanya prasangka
Rindu pasti bukan hanya duga
Jika sedih hanya sementara
Semoga bahagia hadir selamanya
Tetapi bagaimanapun, pilu akan hadir
Sedih akan mampir
Sekalipun hanya sekilat es mencair
Dan aku memilih untuk tidak menyingkir
Karena kau disitu, aku tahu
Kenapa tak kau perlihatkan dirimu?
Wanita yang biasa kau panggil ibu itu
sangat merindukanmu
Ia mengusap muka berkali-kali
Meski bibirnya mengikuti
Tetapi hatinya meyakini
Bahwa kau masih disini
Wanita itu memalingkan muka dari keramainan
Dari balik kerudung hitam, ia menyeka air mata kerinduan
yang meluncur tak tertahankan
Yang tanpa sadar juga kulakukan
n.a.
05 Desember 2015
Komentar
Posting Komentar